Selasa, 16 September 2014

PENGERTIAN AMAL JARIAH DAN DOSA JARIAH

image
Assallamu’allaikum mass n’ miss sadayana.
Sering kita mendengar sebuah kata yaitu amal jariah.
Amal jariah dalam bahasa arab
berarti amal yang mengalir. Definisinya adalah,
perbuatan baik yang mendatangkan pahala bagi yang
melakukannya, meskipun ia telah berada di akhirat.
Pahala dari amal perbuatan tersebut terus mengalir kepadanya selama orang yang hidup mengikuti atau memanfaatkan hasil amal perbuatannya ketika di dunia.
Di sinilah kelebihan amal jariah dibanding amal-amal lain yang hanya diberi balasan sekali dalam satu perbuatan.
Kata ‘amal’ dapat diterapkan pada semua perbuatan lahiriah, seperti melaksanakan shalat, membayar zakat,menunaikan ibadah haji, dan kegiatan-kegiatan sosial.
Dapat juga diterapkan pada perbuatan batiniah, seperti niat, beriman kepada Allah SWT, bersabar menahan penderitaan, tabah menghadapi ujian, dan sebagainya.
Berdiam diri tidak melaksanakan perbuatan yang dilarang Allah SWT juga dapat disebut amal. Kata ” jariah” diibaratkan dengan air yang secara terus-menerus mengalir dari sumbernya tanpa habis-habisnya.
Dalil yang populer sebagai dasar keberadaan amal jariah ialah hadist dari Abu Hurairah yang menerangkan
bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Apabila anak Adam (manusia) wafat, maka terputuslah semua (pahala)
amal perbuatannya kecuali tiga macam perbuatan, yaitu
sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim).
Ketiga amal jariah tersebut ialah sebagai berikut:
1. Sedekah jariah, yaitu harta yang diwakafkan.
Dalam hukum Islam, wakaf diartikan sebagai penahanan terhadap suatu harta (tidak dijual, tidak dihibahkan, dan tidak diwariskan). Kemudian manfaat dari harta itu diberikan untuk kepentingan umat Islam.
2. Ilmu yang bermanfaat, yaitu ilmu yang diajarkan
kepada orang lain dan orang lain tersebut
memanfaatkannya untuk kemaslahatan hidup baik secara individu maupun secara bersama. Selama ilmu yang diajarkan itu dimanfaatkan oleh orang, selama itu pula pahalanya mengalir kepada yang mengajarkannya di akhirat.
3. Anak saleh yang mendoakan kedua orang tuanya.
Anak yang saleh ialah anak yang baik-baik. Tidak hanya anak, tetapi masuk juga dalam kategori ini keturunannya seperti cucu dan seterusnya.
Selain dari ketiga jenis perbuatan di atas, ada lagi beberapa macam perbuatan yang tergolong dalam amal jariah.
Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda
“Sesungguhnya diantara amal kebaikan yang mendatangkan pahala setelah orang yang melakukannya meninggal dunia ialah ilmu yang disebarluaskannya, anak
soleh yang ditinggalkannya, mushaf (kitab-kitab keagamaan) yang diwariskannya, masjid yang dibina, rumah yang dibina untuk penginapan orang yang sedang
dalam perjalanan. sungai yang dialirkannya untuk kepentingan orang ramai, dan harta yang disedekahkannya “(Hadist Riwaya Ibnu Majah).
Yuk, sekarang kita kupas lebih detail.
1. Ilmu yang di sebarluaskan :
Menyebarluaskan ilmu pengetahuan yang bermanfaat,baik melalui pendidikan formal (seperti sekolah,universitas) dan pendidikan tidak formal seperti perbincangan ilmiah, tazkirah di masjid-masjid, ceramah umum, program dakwah dan sebagainya. Termasuk dalam kategori ini
adalah menulis buku-buku yang berguna , menulis kitab-
kitab agama dan menyebarkan bahan-bahan pendidikan
Islam melalui artikel-artikel tazkira samaada di facebook atau blog.
2. Anak soleh yang ditinggalkan :
Yaitu mendidik anak menjadi anak yang soleh. Anak yang soleh
akan selalu berbuat kebaikan di dunia. Menurut keterangan hadist ini, kebaikan yang diperbuat oleh anak soleh pahalanya sampai kepada orang tua yang
mendidiknya yang telah meninggal dunia tanpa mengurangi nilai atau pahala yang diterima oleh anak-anak tadi.
Doa anak yang soleh kepada orang tuanya
mustajab di sisi Allah SWT.
3. Mushaf (kitab-kitab agama) yang diwariskannya :
Mewariskan kitab suci al-Quran, kitab tafsir al-Quran,mushaf (buku agama) kepada orang-orang yang dapat memanfaatkannya untuk kebaikan diri dan
masyarakatnya. Selagi kitab-kitab tersebut
digunakan sebagai bahan bacaan dan rujukan maka orang yang mewakafkan akan mendapat pahala yang berterusan.
Jadi jika mass n’ miss punya buku-buku islami atau yg bermanfaat dan kebetulan sudah jarang dibaca dan masih dalam kondisi baik,alangkah baiknya jika disumbangkan di perpustakaan masjid.Kebiasaan masyarakat kita adalah sering membuat buku yasin disaat peringatan seribu hari meninggalnya anggota keluarga untuk disumbangkan kepada anggota jamaah yasin…dan menurut masshar itu juga bagus dan bermanfaat.
4. Masjid yang dibina :
Membangun masjid. Perkara ini selaras dengan sabda Nabi SAW yang bermaksud, “Barangsiapa yang membangunkan sebuah masjid kerana Allah walau sekecil
apa pun, maka Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di syurga” (Hadis Riwayat Bukhari dan
Muslim).
Orang yang membina masjid tersebut akan menerima pahala seperti pahala orang yang mengerjakan amal ibadah di masjid tersebut. Termasuk juga mewakafkan
tanah untuk pembinaan masjid.
5. Rumah yang dibina untuk penginapan orang yang sedang dalam perjalanan :
Membangun rumah musafir atau pondok bagi orang-orang yang bermusafir untuk kebaikan adalah suatu amalan sangat di tuntut. Setiap orang yang memanfaatkannya, baik untuk beristirahat  sebentar maupun untuk bermalam dan kegunaan lain yang bukan untuk
maksiat, akan mengalirkan pahala kepada orang yang membinanya ( bukan bisnis hotel lho ya ).
6. Sungai yang dialirkannya untuk kepentingan orang ramai:
Mengalirkan air secara baik dan bersih ke tempat-tempat orang yang memerlukannya atau menggali perigi ditempat yang sering dilalui atau didiami orang ramai.
Setelah orang yang mengalirkan air itu meninggal dunia dan air itu tetap mengalir serta terpelihara dari kecemaran dan dimanfaatkan orang yang hidup maka ia
mendapat pahala yang terus mengalir.
Semakin ramai orang yang memanfaatkannya semakin banyak ia menerima pahala di akhirat. Rasulullah SAW
bersabda, “Barangsiapa membina sebuah telaga lalu diminum oleh jin atau burung yang kehausan, maka Allah akan memberinya pahala kelak di hari kiamat.” (Hadist Riwaya Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Majah).
7. Harta yang disedekahkannya :
Menyedekahkan sebahagian harta. Sedekah yang diberikan secara ikhlas akan mendatangkan pahala yang
berlipat ganda. Selain daripada harta yang diberikan sebagai sedekah, termasuk juga mewakafkan tanah untuk pembangunan pendidikan Islam, rumah anak yatim, tanah perkuburan dan rumah oarng-orang
tua(panti jompo).Selagi tanah tersebut digunakan untuk kebaikan maka pahalanya akan berterusan kepada pemberi tanah wakaf tersebut.
Nabi SAW bersabda: “Sesungguhnya sedekah itu benar-benar dapat memadamkan panas kubur bagi pelakunya, sesungguhnya orang mukmin kelak di hari
kiamat hanyalah bernaung dalam naungan sedekahnya(Hadis Riwayat Al-Tabrani).
Jadi, Sedekah dapat di jadikan sebagai pemberi syafaat bagi pelakunya . Di dalam kubur ia mendapatkan kesejukan
berkat sedekahnya dan terhindar dari panasnya kubur.
Demikian pula di hari kiamat, ia akan mendapatkan naungan dari amal sedekahnya, padahal ketika itu
kebanyakan manusia berada di dalam kepanasan yang tiada taranya.
Dalam hadist lain di sebutkan bahwa
sedekah itu dapat menolak kemurkaan Allah.
Inilah sebenarnya yang Islam kehendaki,yaitu yang kaya membantu mereka yang miskin. Barulah bermakna dan bermanfaat segala harta dunia yang dimiliki.
Apalah artinya harta melimpah kalau kita tidak sedekah.
Rasulullah SAW sepanjang hayat sangat
menjunjung tinggi sikap dermawan yang tidak bakhil dengan menyumbangkan hartanya ke jalan kebaikan.
Dengan kenyataan yang juga berbentuk satu motivasi bagi umatnya, baginda rosul  berpesan kepada kita: “Tangan
yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah, dan tangan yang di atas suka memberi dan tangan yang
di bawah suka meminta.” (Hadis riwayat Bukhari, Muslim dan Abu Daud).
Teruskan beramal jariah kerana inilah jenis amalan yang berterusan umpama air sungai yang mengalir kepada mukmin yang melakukannya samasa mereka
masih hidup di dunia ataupun ketika telah meninggal dunia.
Adakah dosa jariah ???
Mass miss sekalian, pertanyaan ini pernah terlontar dari penanya kepada salah satu ustadz di talk show televisi.
Dan dari ustadz menjawab, ” ada “.
Seperti di awal saya sampaikan bahwasanya kata jariah sendiri artinya mengalir.
Jadi apapun itu baik kebaikan maupun keburukan tentu ada balasannya.
Untuk dosa jariah sendiri maksudnya bagaimana ?
Nah, anda tentu pernah dan sering mendengar kisah – kisah orang dahulu melalui buku-buku sejarah islam.
Disitu banyak dikisahkan ,sebagai contoh saja tentang fir’aun .
Oya…fir’aun sendiri adalah gelar bagi raja-raja mesir saat itu.kalau di china dikenal dengan istilah dinasti..dan pada saat kisah nabi musa yg bertahta adalah menepthan ( mudah-mudahan tidak salah nyebut ).
Kita sudah tahu bahwa fir’aun membangun piramide untuk sembahyang (menyembah dewa-dewa) dan juga untuk kuburnya ssndiri..nah jika semenjak Fir’aun meninggal dan banyak orang sembahyang disitu  dan meneruskan tradisinya bagaimana..tentunya ini adalah dosa yg akan berkelanjutan …sekarang tinggal pilih ,bangun masjid apa tempat maksiat???
Satu lagi yg akan saya singgung adalah tradisi.
Siapa yang memulai ritual sesajen ,minta pada penunggu pohon angker misalnya atau sesajen nglarung di laut kidul misalnya…itu jelas perbuatan syirik atau menyekutukan Tuhan..
Barang siapa sekarang masih melakukan itu dan melaksanakan tradisi itu maka ia akan mendapatkan dosa jariah atau dosa yg terus mengalir padanya.
Jadi jika mass n’ miss semua suka mencoba hal yg aneh- aneh ,mulai sekarang dipikir-pikir dulu deh,.
Bertentangan dengan hukum agama atau tidak..takutnya akan menjadi dosa jariah.
Jadi hati-hati yaa…
Boleh lah kita membuat tradisi sendiri dalam keluarga kita, yg baik- baik juga banyak kog..misalnya tiap tahun patungan ikut Qurban, atau tiap ulang tahun merayakannya bersama anak yatim dan sekalian bersedekah…dan lain sebagainya.
Apa bedanya amal jariah dan shodaqoh
Shodaqoh/sedekah dlm arti sempit maknanya adl zakat.Sebagaimana dlm QS at-Taubah: 60 tentang 8 golongan yang berhak menerima zakat.
Juga hadits sbb :
ﻟﻴﺲ ﻓﻲ ﺣﺐٍّ ﻭﻻ ﺛﻤﺮٍ ﺻﺪﻗﺔٌ ﺣﺘّﻰ ﻳﺒﻠﻎَ ﺧﻤﺴﺔَ ﺃﻭﺳُﻖٍ
Tdk ada kewajiban zakat pd biji2an dan kurma hingga mencapai 5 wasaq (HR Muslim).
Sedangkan sedekah dlm arti luas, meliputi :
– berbuat adil thd 2 pihak
– menolong org keatas kendaraannya
– ucapan2 yg baik (kalimah thoyibah)
– setiap langkah menuju tempat sholat
– menyingkirkan gangguan di jalanan (HR Muslim)
Jadi bisa digaris bawahi bahwa perbedaan yang mendasar adalah :
– kalau amal jariah pahalanya terus mengalir selagi masih ada orang yang memanfaatkannya.
– sedangkan sedekah pahalanya hanya sekali saat itu saja ( itu arti mudahnya ).
image
Demikian yang dapat masshar berikan sedikit ilmu yg saya dapat untuk dibagi ke mass miss sekalian.
Mudah-mudahan bermanfaat
Keep istiqomah
Jika ada kata atau kalimat yang salah mohon dikoreksi, pedoman saya ” sampaikanlah walau hanya satu ayat
Library : dari berbagai sumber

MANFAAT BERAMAL DI MESJID

Mari beramal dengan Jariyah ke Masjid


PANTIA PEMBANGUNAN
MASJID JAMI’ "AT-TAQWA" KP. LEGOK MASJID RT 007 RW 001 KELURAHAN PANCALAKSANA KECAMATAN CURUG
KOTA SERANG PROPINSI BANTEN
INDONESIA

1. Latar Belakang
Masjid adalah merupakan sarana selain sebagai pusat ibadah juga memiliki multi manfaat yaitu sebagai pusat dakwah dan syiar agama islam, sebagai pusat pendidikan agama, sebagai pusat kegiatan remaja, sebagai pusat informasi dan manfaat lainnya.
Masjid yang dibangun atas dasar taqwa semenjak permulaanya, lebih hak bila kita berdiri di dalamnya. Di dalamnya terdapat orang-orang yang gemar mensucikan dirinya, Allah menyukai kepada orang-orang yang mensucikan dirinya.
Masjid yang paling pertama didirikan yaitu mesjid Quba di Madinah pada awal beliau hijrah, itulah fungsi pokok masjid yang dilaksanakan oleh Rasulullah SAW dan sejak perjalanan Rasulullah SAW merupakan suri tauladan bagi pribadi kita semua demi berkembangnya syiar Islam.
Mengambil Dari beberapa hal tersebut di atas kami ingin mewujudkan Pembangunan Masjid Jami’ "AT-TAQWA" Kampung Legok Masjid Rt 007 Rw 001 Kelurahan Pancalaksana Kecamatan Curug Kota Serang.
2. Dasar Hukum
2.1. Firman Allah SWT
> “Hanyalah mereka yang memakmurkan mesjid-mesjid Allah yaitu orang-orang yang beriman kepada Allah dan percaya pada hari-hari kemudian serta tetap mendirikan sholat, menunaikan zakat dan tidak takut kepada siapapun kecuali pada Allah, maka merekalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Q.S. At-Taubah, ayat : 18).
> “Sesungguhnya masjid yang didirikan di atas dasar taqwasejak hari pertama didirikannya adalah lebih patut kamu beribadah di dalamnya, adalah orang-orang yang cinta dengan kesucian, Allah mencintai orang-orang yang mensucikan diri. (Q.S. At-Taubah ayat : 108).
2.2. Hadits Nabi Muhammad SAW:
> “Barang siapa membangun masjid dengan dasar karena Allah, maka Allah akan membangun rumah di surga yang diperuntukkan baginya. (H.R. Muslim).
> “Sesungguhnya masjid itu untuk tempat mereka yang sudah dalam kehidupan menurut ajaran Allah, ingat pada-Nya dan untuk membaca Al-Qur’an. (H.R. Muslim dari Anas R.A.).

HIKMAH DAN MANFAAT BERZAKAT

Hikmah dan Manfaat Zakat


بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Perintah untuk berzakat sudah jelas dan mutlak. Namun apakah Allah memerintahkan Zakat tanpat memberikan keuntungan peda pembayarnya ?

Semua perintah Allah SWT sudah pasti bermanfaat untuk diri kita sendiri dan orang lain, termasuk salah satunya zakat.


Apa saja manfaat yang kita dapat dari zakat?

Ada 3 faedah dalam melaksanakan zakat:


Faedah Diniyah (segi agama)

  1. Dengan berzakat berarti telah menjalankan salah satu dari Rukun Islam yang mengantarkan seorang hamba kepada kebahagiaan dan keselamatan dunia dan akhirat.
  2. Merupakan sarana bagi hamba untuk taqarrub (mendekatkan diri) kepada Rabb-nya, akan menambah keimanan karena keberadaannya yang memuat beberapa macam ketaatan.
  3. Pembayar zakat akan mendapatkan pahala besar yang berlipat ganda, sebagaimana firman Allah, yang artinya: "Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah" (QS: Al Baqarah: 276). Dalam sebuah hadits yang muttafaq "alaih Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam" juga menjelaskan bahwa sedekah dari harta yang baik akan ditumbuhkan kembangkan oleh Allah berlipat ganda.
  4. Zakat merupakan sarana penghapus dosa, seperti yang pernah disabdakan Rasulullah Muhammad SAW


    Faedah Khuluqiyah (Segi Akhlak)

    1. Menanamkan sifat kemuliaan, rasa toleran dan kelapangan dada kepada pribadi pembayar zakat.
    2. Pembayar zakat biasanya identik dengan sifat rahmah (belas kasih) dan lembut kepada saudaranya yang tidak punya.
    3. Merupakan realita bahwa menyumbangkan sesuatu yang bermanfaat baik berupa harta maupun raga bagi kaum Muslimin akan melapangkan dada dan meluaskan jiwa. Sebab sudah pasti ia akan menjadi orang yang dicintai dan dihormati sesuai tingkat pengorbanannya.
    4. Di dalam zakat terdapat penyucian terhadap akhlak.

    5. Faedah Ijtimaiyyah (Segi Sosial Kemasyarakatan)

      1. Zakat merupakan sarana untuk membantu dalam memenuhi hajat hidup para fakir miskin yang merupakan kelompok mayoritas sebagian besar negara di dunia.
      2. Memberikan dukungan kekuatan bagi kaum Muslimin dan mengangkat eksistensi mereka. Ini bisa dilihat dalam kelompok penerima zakat, salah satunya adalah mujahidin fi sabilillah.
      3. Zakat bisa mengurangi kecemburuan sosial, dendam dan rasa dongkol yang ada dalam dada fakir miskin. Karena masyarakat bawah biasanya jika melihat mereka yang berkelas ekonomi tinggi menghambur-hamburkan harta untuk sesuatu yang tidak bermanfaaat bisa tersulut rasa benci dan permusuhan mereka. Jikalau harta yang demikian melimpah itu dimanfaatkan untuk mengentaskan kemiskinan tentu akan terjalin keharmonisan dan cinta kasih antara si kaya dan si miskin.
      4. Zakat akan memacu pertumbuhan ekonomi pelakunya dan yang jelas berkahnya akan melimpah.
      5. Membayar zakat berarti memperluas peredaran harta benda atau uang, karena ketika harta dibelanjakan maka perputarannya akan meluas dan lebih banyak pihak yang mengambil manfaat

Beberapa hikmak melaksanakan zakat:
  • Mengurangi kesenjangan sosial antara mereka yang berada dengan mereka yang miskin.
  • Pilar amal jama'i antara mereka yang berada dengan para mujahid dan da'i yang berjuang dan berda'wah dalam rangka meninggikan kalimat Allah SWT.
  • Membersihkan dan mengikis akhlak yang buruk
  • Alat pembersih harta dan penjagaan dari ketamakan orang jahat.
  • Ungkapan rasa syukur atas nikmat yang Allah SWT berikan
  • Untuk pengembangan potensi ummat
  • Dukungan moral kepada orang yang baru masuk Islam
Menguntungkan bukan? Semoga bermanfaat :)

(sumber: http://id.wikipedia.org)

SURAT PERMOHONAN BANTUAN DANA




Nomor
:
010/DKM.JAT/I/2014
Legok, 15 Januari 2014
Lampiran
:

Kepada;
Hal
:
Permohonan Bantuan Dana
Yth. HAMBA ALLAH



Di-
          DUNIA

Assalamu’alaikum Wr.Wb
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan hidayah Nya, sholawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW.

Selanjutnya dalam rangka syiar islam dan partisipasi meningkatkan keimanan umat islam, kami Dewan Keluarga Masjid (DKM) “JAMI AT-TAQWA” saat ini sedang giat melaksanakan pembangunan masjid yang berukuran panjang 15 meter dan lebar 12 meter dengan luas ± 180 m2, mengingat keberadaan masjid yang sangat dibutuhkan masyarakat.

Disamping itu mengingat anggaran biaya pada kas kami sangat terbatas, sedangkan rencana biaya sesuai rincian biaya yang dibutuhkan keseluruhannya sebesar Rp. 963.350.000,- (Sembilan Ratus Enam Puluh Tiga Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah).

Maka dengan segala kerendahan hati dan penuh dengan hormat, kami memberanikan diri untuk memohon bantuan dana dari SELURUH HAMBA ALLAH untuk membantu pembangunan masjid “JAMI AT-TAQWA”. Adapun rincian anggaran pembangunan masjid “JAMI AT-TAQWA” (Terlampir).

Demikian permohonan ini kami sampaikan, semoga HAMBA ALLAH berkenan untuk mengabulkannya.

Atas perhatian dan terkabulnya permohonan ini sebelum dan sesudahnya kami haturkan banyak terima kasih.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb



SURAT PERMOHONAN BANTUAN DANA




Nomor
:
010/DKM.JAT/I/2014
Legok, 15 Januari 2014
Lampiran
:

Kepada;
Hal
:
Permohonan Bantuan Dana
Yth. HAMBA ALLAH



Di-
          DUNIA

Assalamu’alaikum Wr.Wb
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan hidayah Nya, sholawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW.

Selanjutnya dalam rangka syiar islam dan partisipasi meningkatkan keimanan umat islam, kami Dewan Keluarga Masjid (DKM) “JAMI AT-TAQWA” saat ini sedang giat melaksanakan pembangunan masjid yang berukuran panjang 15 meter dan lebar 12 meter dengan luas ± 180 m2, mengingat keberadaan masjid yang sangat dibutuhkan masyarakat.

Disamping itu mengingat anggaran biaya pada kas kami sangat terbatas, sedangkan rencana biaya sesuai rincian biaya yang dibutuhkan keseluruhannya sebesar Rp. 963.350.000,- (Sembilan Ratus Enam Puluh Tiga Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah).

Maka dengan segala kerendahan hati dan penuh dengan hormat, kami memberanikan diri untuk memohon bantuan dana dari SELURUH HAMBA ALLAH untuk membantu pembangunan masjid “JAMI AT-TAQWA”. Adapun rincian anggaran pembangunan masjid “JAMI AT-TAQWA” (Terlampir).

Demikian permohonan ini kami sampaikan, semoga HAMBA ALLAH berkenan untuk mengabulkannya.

Atas perhatian dan terkabulnya permohonan ini sebelum dan sesudahnya kami haturkan banyak terima kasih.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb



SURAT PERMOHONAN BANTUAN DANA




Nomor
:
010/DKM.JAT/I/2014
Legok, 15 Januari 2014
Lampiran
:

Kepada;
Hal
:
Permohonan Bantuan Dana
Yth. HAMBA ALLAH



Di-
          DUNIA

Assalamu’alaikum Wr.Wb
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan hidayah Nya, sholawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW.

Selanjutnya dalam rangka syiar islam dan partisipasi meningkatkan keimanan umat islam, kami Dewan Keluarga Masjid (DKM) “JAMI AT-TAQWA” saat ini sedang giat melaksanakan pembangunan masjid yang berukuran panjang 15 meter dan lebar 12 meter dengan luas ± 180 m2, mengingat keberadaan masjid yang sangat dibutuhkan masyarakat.

Disamping itu mengingat anggaran biaya pada kas kami sangat terbatas, sedangkan rencana biaya sesuai rincian biaya yang dibutuhkan keseluruhannya sebesar Rp. 963.350.000,- (Sembilan Ratus Enam Puluh Tiga Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah).

Maka dengan segala kerendahan hati dan penuh dengan hormat, kami memberanikan diri untuk memohon bantuan dana dari SELURUH HAMBA ALLAH untuk membantu pembangunan masjid “JAMI AT-TAQWA”. Adapun rincian anggaran pembangunan masjid “JAMI AT-TAQWA” (Terlampir).

Demikian permohonan ini kami sampaikan, semoga HAMBA ALLAH berkenan untuk mengabulkannya.

Atas perhatian dan terkabulnya permohonan ini sebelum dan sesudahnya kami haturkan banyak terima kasih.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb